Untuk Apa Fosfatidilserin Digunakan?

Dibuat pada 2025.05.14
Fosfatidilserinadalah bahan kimia yang penting bagi banyak fungsi dalam tubuh manusia, terutama di otak. Sejumlah kecil ditemukan di sebagian besar makanan. Fosfatidilserin merupakan bagian dari struktur sel dalam tubuh. Tubuh dapat memproduksi fosfatidilserin, tetapi sebagian besar kebutuhannya berasal dari makanan. Zat ini juga dapat dikonsumsi sebagai suplemen. Suplemen ini dulunya dibuat dari otak sapi. Sekarang, suplemen ini umumnya dibuat dari kubis atau kedelai. Fosfatidilserin digunakan untuk penyakit Alzheimer dan penurunan daya ingat serta kemampuan berpikir yang terkait dengan usia normal. Zat ini juga digunakan untuk performa atletik, ADHD, dan berbagai tujuan lainnya, tetapi belum ada bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung sebagian besar penggunaan tersebut.
Apa itu Fosfatidilserin?
Fosfatidilserin (PS) adalah fosfolipid asam yang secara alami terdapat pada membran neuron otak. Bubuk fosfatidilserin adalah suplemen makanan umum yang berperan penting dalam fungsi otak. Zat ini sering disebut sebagai "nutrisi cerdas" dan dianggap sebagai nutrisi penting berikutnya setelah kolin dan DHA, yang juga dikenal sebagai "emas otak". PS membentuk 17,7% dari fosfolipid otak, menjadikannya komponen penting dari membran sel.
Fosfatidilserin (PS) adalah fosfolipid yang secara alami terdapat dalam membran sel, terutama di otak. Fosfolipid ini memainkan peran penting dalam berbagai proses fisiologis, termasuk pensinyalan sel, pelepasan neurotransmitter, dan fluiditas membran. Fosfatidilserin dapat berasal dari sumber nabati dan hewani dan tersedia dalam bentuk bubuk sebagai suplemen makanan.
Bubuk fosfatidilserin telah menarik perhatian dalam industri kesehatan dan kebugaran karena potensi manfaatnya bagi kesehatan kognitif dan mental.
0
Untuk apa fosfatidilserin baik?
Anda mungkin belum pernah mendengar tentang fosfatidilserin, tetapi pahlawan yang kurang dikenal ini terdapat di setiap sel tubuh Anda. Ia memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan otak dan ketajaman ingatan Anda. Fosfatidilserin adalah jenis lemak khusus yang disebut fosfolipid. Dengan demikian, ia merupakan bahan pembangun penting bagi lapisan luar sel, atau membran sel, yang memberikan struktur dan fleksibilitas. Penghalang pelindung ini mengelilingi setiap sel dalam tubuh kita, memungkinkan nutrisi penting masuk sambil menjaga zat berbahaya tetap keluar.
Fosfatidilserin sangat penting di otak. Zat ini tidak hanya membantu sel-sel otak mempertahankan strukturnya, tetapi juga mendukung fungsinya, membantu sel-sel berkomunikasi satu sama lain. Hal ini penting untuk berpikir, memori, dan kesehatan otak secara keseluruhan.
Di dalam tubuh, fosfatidilserin bermanfaat bagi kesehatan otak dalam beberapa cara:
1. Pembantu neuron:
Fosfatidilserin membantu membangun dan memelihara sel-sel di otak dan saraf (neuron) Anda yang penting untuk mengirim dan menerima pesan. Ini juga membantu neurotransmiter, pembawa pesan kimia di otak kita, untuk melakukan tugasnya, memungkinkan mereka berkomunikasi dengan lebih efektif.
1. Mendukung fungsi kognitif:
Fosfatidilserin membantu mendukung memori dan pembelajaran, meningkatkan fokus dan konsentrasi, mempertajam ingatan, dan mendorong kognisi secara keseluruhan.
1. Melindungi dari efek penuaan:
Kadar fosfatidilserin secara alami menurun seiring bertambahnya usia. Makanan dan suplemen nutrisi dapat membantu mengatasi hal ini dan membantu melawan penurunan kognitif terkait usia, mendukung kesehatan otak pada orang dewasa yang lebih tua.
1. Mendukung respons peradangan yang sehat:
Fosfatidilserin membantu menghambat peradangan untuk mendukung kesehatan otak dan sistem saraf.
0
Mengapa orang mengonsumsi fosfatidilserin?
Fosfatidilserin dikonsumsi untuk mencoba mencegah kehilangan memori dan penurunan mental yang mungkin terjadi seiring bertambahnya usia.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ini dapat meningkatkan fungsi otak Anda. Orang yang mengonsumsi suplemen ini mendapat skor lebih tinggi dalam tes memori jangka pendek, suasana hati, dan konsentrasi. Misalnya, mereka dapat lebih mengingat nama dan objek. Masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi hasil ini.
Para ilmuwan telah menggunakan fosfatidilserin dalam penelitian untuk mengobati gejala penyakit Alzheimer. Sekali lagi, belum ada cukup bukti bahwa fosfatidilserin bermanfaat dalam mengobati kondisi ini.
Fosfatidilserin juga telah disarankan untuk pengobatan kondisi berikut:
· Sklerosis multipel
· Nyeri otot dan stres pada atlet yang berlatih berlebihan
0
Apa risiko mengonsumsi fosfatidilserin?
Banyak orang dapat mengonsumsi suplemen yang berasal dari kedelai ini tanpa efek samping. Penelitian masih bersifat awal, tetapi kemungkinan aman hingga 600 miligram per hari selama tidak lebih dari 10 hari. Efek samping lebih sering terjadi pada dosis 300 miligram ke atas. Efek samping tersebut dapat meliputi:
· Gas
· Gangguan perut
· Kesulitan tidur
Namun, dosis optimal fosfatidilserin belum ditetapkan untuk kondisi apa pun. Kualitas dan bahan aktif dalam suplemen dapat sangat bervariasi dari satu produsen ke produsen lainnya. Hal ini membuat sangat sulit untuk menetapkan dosis standar.
Fosfatidilserin dapat memengaruhi cara kerja obat-obatan tertentu di dalam tubuh Anda. Bicarakan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi suplemen ini, terutama jika Anda juga mengonsumsi:
· Segala jenis pengencer darah atau memiliki masalah pembekuan darah
· Obat antiinflamasi yang digunakan untuk radang sendi, sakit kepala, atau nyeri
· Obat peningkat performa atau suplemen yang digunakan untuk meningkatkan performa atau stamina atletik
0
Bagaimana cara mendapatkan lebih banyak fosfatidilserin?
Tubuh Anda sudah memproduksi fosfatidilserin, dan kita juga mendapatkannya dari makanan. Beberapa sumber makanan umum adalah kedelai, kacang putih, ikan berlemak (seperti tuna dan makarel), telur, dan daging organ (seperti hati ayam dan sapi).
Cara yang praktis untuk menikmati efek fosfatidilserin adalah dengan mengonsumsi suplemen nutrisi. Suplemen fosfatidilserin biasanya dibuat dari sumber nabati seperti lesitin kedelai dan lesitin bunga matahari. Suplemen ini mungkin mengandung fosfatidilserin murni, atau dapat dikombinasikan dengan senyawa lain yang bermanfaat bagi kesehatan otak, seperti ekstrak blueberry dan ashwagandha.
0
Kesimpulan
Fosfatidilserin secara alami terdapat di dalam otak, namun kehidupan sehari-hari yang penuh stres, ditambah dengan proses penuaan alami, dapat meningkatkan kebutuhan kita akan zat ini. Suplemen fosfatidilserin dapat bermanfaat bagi otak dalam berbagai cara, dan studi ilmiah telah menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan belajar, yang mengarah pada kehidupan dan otak yang lebih bahagia dan sehat.
SUMBER:
Dai Y, dkk. "Peran Penting Fosfolipid dalam Penuaan dan Regulasi Umur Panjang." Front Physiol. November 2021.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34887779/
Glade MJ, Smith K. "Phosphatidylserine dan Otak Manusia." Nutrition. Juni 2015. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25933483/
Jamil A, dkk. "Meditasi dan Manfaat Kesehatan Mental serta Fisiknya di Tahun 2023." Cureus. Juni 2023. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37476142/
Kato-Kataoka A, dkk. "Soybean-derived phosphatidylserine improves memory function of the elderly Japanese subjects with memory complaints." J Clin Biochem Nutr. November 2010.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21103034/
Kim HY, dkk. "Phosphatidylserine in the brain: metabolism and function." Prog Lipid Res. Oktober 2014.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24992464/
Ma X, dkk. "Phosphatidylserine, inflammation, and central nervous system diseases." Front Aging Neurosci. Agustus 2022.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35992593/
Morris MC, dkk. "MIND diet slows cognitive decline with aging." Alzheimers Dement. September 2015.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26086182/
Northey JM, dkk. "Exercise interventions for cognitive function in adults older than 50: a systematic review with meta-analysis." Br J Sports Med. Februari 2018.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28438770/
Wang B, Tontonoz P. "Phospholipid Remodeling in Physiology and Disease." Annu Rev Physiol. Februari 2019.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30379616/
"Brain Basics: Understanding Sleep." National Institute of Neurological Disorders and Stroke.https://www.ninds.nih.gov/health-information/public-education/brain-basics/brain-basics-understanding-sleep
Telepon
WhatsApp
WeChat
Email