Dalam upaya mencari cara alami dan efektif untuk meningkatkan produksi unggas, aditif berbasis ragi semakin mendapat perhatian. Salah satu aditif tersebut, yaitu dinding sel ragi, semakin banyak diteliti dan digunakan dalam pakan unggas. Namun, apakah aditif ini benar-benar menyebabkan ayam tumbuh lebih cepat? Mari kita cari tahu apa itu dinding sel ragi, bagaimana fungsinya dalam nutrisi unggas, dan apakah benar-benar membantu kinerja pertumbuhan.
Apa Itu Dinding Sel Ragi?
Dinding sel ragi adalah residu dari fermentasi ragi (paling sering Saccharomyces cerevisiae). Produk ini dihasilkan dengan menguraikan sel ragi untuk mengambil dinding luarnya, yang kaya akan dua komponen utama: β-glukan dan mannan oligosakarida (MOS). Zat bioaktif ini dikenal karena kemampuannya untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mendukung kesehatan usus, dan meningkatkan kinerja hewan secara keseluruhan.
Bagaimana Dinding Sel Ragi Berfungsi dalam Nutrisi Unggas
Dinding sel ragi tidak menyediakan protein atau energi secara langsung seperti jagung atau bungkil kedelai. Namun, ini adalah sumber fungsional yang membantu meningkatkan efisiensi pencernaan dan fungsi kekebalan tubuh. Berikut alasannya:
1. Meningkatkan Kesehatan Usus
MOS dalam dinding sel ragi adalah prebiotik, yang memberi makan bakteri usus yang baik dan membantu kesehatan mikrobioma usus. Keseimbangan yang ditingkatkan dalam flora usus ini menyebabkan penyerapan nutrisi yang lebih baik dan lebih sedikit gangguan usus, terutama selama tahap perkembangan awal.
2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
β-glukan dari dinding sel ragi memengaruhi sistem kekebalan tubuh dengan mengaktifkan makrofag dan sel kekebalan lainnya. Ini mempersiapkan sistem kekebalan tubuh untuk mampu mengatasi stresor seperti patogen dan vaksinasi sehingga ayam dapat berkembang tanpa implikasi yang menguras energi dari peradangan kronis atau infeksi.
3. Mengikat Patogen dan Racun
Dinding sel ragi juga dapat mengikat patogen beracun seperti Salmonella, E. coli, dan bahkan mikotoksin dalam pakan. Dengan menghambat penyerbu ini menempel pada dinding usus, ia menjaga integritas usus dan memastikan kinerja yang lebih baik dalam kondisi yang terpapar penyakit.
Fungsi Dinding Sel Ragi untuk Unggas
1)Penyerapan bakteri patogen, mengoptimalkan lingkungan usus
Struktur mannooligosakarida dan reseptor pengikat patogen serupa, yang dapat secara kompetitif mengikat patogen dan mencegah adhesi patogen. Ini juga dapat digunakan sebagai probiotik usus untuk mendorong proliferasi bakteri menguntungkan di usus bagian belakang dan memberikan fungsi penghalang, nutrisi, serta kekebalan dari probiotik secara optimal.
2)Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, mencegah penyakit, dan mengurangi penggunaan antibiotik
β-glukan mengaktifkan makrofag melalui LECTIN dan menginduksi respons imun seluler dan humoral dalam tubuh, sehingga meningkatkan imunitas nonspesifik dan fungsi imun.
3) Meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan ketahanan terhadap penyakit
Ayam broiler AA yang diberi pakan dengan suplemen dinding sel ragi 1, 2, dan 3 kg/ton (dinding sel disediakan oleh Yangge biotech) secara signifikan meningkatkan kadar antibodi penyakit Newcastle dalam serum (Wu XiaoHong et al., 2016).
Bisakah Dinding Sel Ragi Membuat Ayam Broiler Tumbuh Lebih Cepat?
Meskipun dinding sel ragi tidak secara langsung meningkatkan pertumbuhan otot seperti senyawa anabolik, manfaat keseluruhannya terhadap kesehatan usus dan fungsi kekebalan tubuh secara tidak langsung dapat meningkatkan efisiensi pakan dan pertambahan berat badan, terutama pada ayam broiler muda.
Bukti dari Penelitian
Beberapa penelitian telah memastikan bahwa pemberian dinding sel ragi pada ayam pedaging meningkatkan rata-rata pertambahan bobot harian (ADG), rasio konversi pakan (FCR), dan kinerja secara keseluruhan:
Sebuah studi dalam Poultry Science melaporkan bahwa broiler yang diberi perlakuan dengan 0,1% dinding sel ragi mengalami peningkatan signifikan dalam efisiensi pakan dan pertambahan bobot tubuh dalam 21 hari pertama kehidupan.
Percobaan lain mengungkapkan bahwa burung yang terinfeksi E. coli memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik dan terus mengalami pertambahan berat badan ketika pakan mereka ditambahkan dengan β-glukan dan MOS.
Ini adalah bukti bahwa dinding sel ragi berfungsi sebagai pemacu kinerja, terutama dalam kondisi stres atau tantangan patogen. Dengan meminimalkan penyakit dan memfasilitasi pencernaan, hal ini memungkinkan burung untuk menggunakan lebih banyak energi untuk pertumbuhan daripada perlindungan kekebalan tubuh.
Aplikasi Praktis dalam Ransum Unggas
1. Tingkat Pencampuran: Umumnya, dinding sel ragi dicampurkan pada 0,05% hingga 0,2% pakan, tergantung pada konsentrasi produk dan target produksi yang diinginkan.
2. Pakan Awal Broiler: Ini sangat berguna dalam ransum awal untuk membangun kesehatan usus selama 10–14 hari pertama.
3. Alternatif Antibiotik: Karena pemacu pertumbuhan antibiotik (AGP) mulai dihilangkan di sebagian besar negara, dinding sel ragi merupakan pengganti alami yang bebas residu.
Keterbatasan dan Pertimbangan
Meskipun dinding sel ragi merupakan alat yang efektif, ini bukanlah solusi ajaib. Efektivitasnya dapat berbeda tergantung pada:
· Kualitas dan dosis produk ragi yang digunakan.
· Kesejahteraan ternak.
· Kondisi kebersihan dan kepadatan populasi di lingkungan.
Selain itu, suplementasi berlebihan tidak selalu efektif. Mematuhi petunjuk pabrik dan mengikuti saran dari ahli nutrisi unggas adalah kunci untuk mendapatkan manfaat maksimal.
Kesimpulan
Dinding sel ragi tidak "mempercepat pertumbuhan ayam" secara langsung, tetapi menciptakan kondisi internal terbaik untuk pertumbuhan maksimal. Dengan meningkatkan kesehatan usus, meningkatkan respons imun, dan mengurangi beban patogen, ini membantu ayam mencapai potensi genetiknya secara lebih efektif. Oleh karena itu, ini merupakan bahan penting dalam pakan unggas, terutama untuk sistem bebas antibiotik.
Referensi
1. Gao, J., Zhang, H. J., Yu, S. H., Wu, S. G., Yoon, I., Quigley, J., Gao, Y. P., & Qi, G. H. (2008). Effects of yeast culture in broiler diets on performance and immunomodulatory functions. Poultry Science, 87(7), 1377–1384. https://doi.org/10.3382/ps.2007-00416 2. Zhang, A. W., Lee, B. D., Lee, S. K., Lee, K. W., An, G. H., Song, K. B., & Lee, C. H. (2005). Effects of yeast (Saccharomyces cerevisiae) cell components on growth performance, meat quality, and ileal mucosa development of broiler chicks. Poultry Science, 84(7), 1015–1021.https://doi.org/10.1093/ps/84.7.1015 3. Zhou, T. X., Chen, Y. J., Yoo, J. S., Huang, Y., Lee, J. H., Jang, H. D., Shin, S. O., Kim, H. J., Cho, J. H., & Kim, I. H. (2009). Effects of chitooligosaccharide supplementation on growth performance, nutrient digestibility, intestinal microbiota, and blood profiles in broilers. Poultry Science, 88(3), 593–600. https://doi.org/10.3382/ps.2008-00239 4. Hooge, D. M. (2004). Meta-analysis of broiler chicken pen trials evaluating dietary mannan oligosaccharide, 1993–2003. International Journal of Poultry Science, 3(3), 163–174. https://doi.org/10.3923/ijps.2004.163.174